Postingan

Perizinan Wisata Kuliner Ramadan di Banjarmasin tahun 2021

Gambar
Pasar Wadai Banjarmasin ( Foto: tribunnews ) Banjarmasin- Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tidak mengizinkan fasilitas umum jadi tempat digelarnya pasar Ramadan 2021 atau 1442 hijriah. Sebab saat ini, masih masa pandemi Covid-19. Plh Wali Kota Banjarmasin Mukhyar seperti dilansir dari  Antara  di Banjarmasin mengatakan, pandemi Covid-19 yang masih tinggi tidak memungkinkan pasar Ramadan digelar. Sebab, berpotensi menimbulkan kerumunan. Untuk mengantisipasi terjadinya ledakan kasus positif Covid-19 dari kerumunan pasar Ramadan, pemerintah kota mengambil langkah tidak memberikan izin digelar pasar khusus menjual menu berbuka puasa itu pada bulan suci tersebut. ”Jadi, mohon maaf kami tidak berani mengizinkan digelarnya pasar Ramadan di fasilitas umum utamanya milik pemerintah kota,” ujar Mukhyar. Fasilitas umum yang biasa jadi tempat pasar Ramadan tersebut adalah di RTH Kamboja, di wilayah Siring Sungai Martapura (depan jalan Balai Kota Banjarmasin), Siring 0KM, s...

Kuliner Ramadhan: Kue Ipau khas Arab di Banjarmasin

Gambar
  Banjarmasin- Kue Ipau adalah salahsatu kuliner khas Arab dari Banjarmasin, dan biasanya makanan ini terbilang sangat jarang ditemui diluar bulan Ramadan atau hanya ada dijual pada bulan Ramadan. Bentuknya bulat dengan taburan daging berada diatasnya. Ipau terdiri dari dua jenis, yaitu ipau kering dan ipau siram santan. Ipau ini adalah kudapan tradisional orang Arab yang ada di Kelurahan Antasan Kecil Barat (Akaba) atau biasa disebut Kampung Arab di  Banjar masin. Rasanya ada perpaduan antara manis dan gurih. Ipau sendiri konon merupakan kue yang berasal dari daerah timur tengah atau Arab Saudi, terlihat dari bentuknya yang berlapis lapis dan campurannya yang lebih banyak menggunakan santan kelapa, telur, potongan daging ayam/sapi, serta sayur mayur. Rasa dari kue Ipau sendiripun katanya seperti lasagna dan agak krimi karena ada campuran bahan yaitu santan kelapa. Makanan khas tersebut dapat kita cari di warung-warung dan pasar di Banjarmasin yang menjual makanan atau kuline...

Menikmati Islamnya Gus Baha

Gambar
Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (Foto: iqra.id.)    Jakarta  - Kehadiran Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menjadi oase tersendiri bagi muslim milenial yang merindukan gagasan-gagasan Islam moderat. Ia mengimbangi atau bahkan mungkin menggeser hingar-bingar fanatisme terhadap ulama atau ustaz konservatif yang sempat menguasai jagad maya, sebut saja Felix Siauw, Khalid Basalamah, Firanda, hingga Yazid. Konsisten menawarkan kajian dua arah (ruang bertanya-menjawab), metode kajian yang pragmatis mengenai hukum agama, membuat namanya cepat dikenal masyarakat daring. Gus Baha yang merintis karier di Yogyakarta dengan kajian-kajian ala pesantren mendadak viral kala kealimannya diakui oleh ustaz medsos seperti Ustaz Abdul Somad dan Adi Hidayat. Pada periode pertengahan 2020, Alvara Research Center melakukan pendataan ustaz terpopuler di Indonesia. Data survei menyebut Abdul Somad adalah ustaz paling populer dengan 18,6%. Kemudian disusul KH Bahauddin Nur...
HIKAYAT (Seorang Lelaki Habasyah Yang Datang Kepada Rasulullah S.A.W.)     Disebutkan dalam kitab "Al-Haqaiq Al-Waadhihaat", Al-Baghawi meriwayatkan dalam Muntakhab-nya: Dari Abdullah bin Umar R.'Anhuma:    Seorang lelaki dari Habasyah datang kepada Rasulullah bertanya kepadanya: Maka Nabi  ﷺ  menjawab: "Tanyakanlah dan Pahamilah."    Orang itu berkata: Yaa Rasulallah, kalian dilebihkan atas kami dengan berbagai bentuk rupa dan warna kulit serta kenabian. Beritahulah aku, jika aku beriman pada agamamu dan beramal seperti amalmu, apakah aku akan berada di syurga?    Nabi ﷺ  menjawab: "Ya."    Kemudian Nabi ﷺ  berkata: "Demi Tuhan yang nyawaku berada di tangan-Nya, sungguh putihnya orang berkulit hitam di syurga bisa terlihat dari jarak perjalanan seribu tahun."    Kemudian Nabi ﷺ  berkata: "Barangsiapa mengucapkan: " لا إله إلا الله (Latin: Laa Ilaha Illallah) ", maka ia me...
Gambar
HIKAYAT (Makna Al-Luthf dan Al-Lathif)        Asy-Syaikh Ibrahim Al-Matbuli R.A. seorang yang tekun beribadah, tiada berhenti diwaktu malam dan siang, sedangkan ia menderita sakit kencing batu dan sulit kencing.    Maka ia berkata: Ya rabb, aku tidak meminta kepada-Mu agar mengubah apa yang sudah Engkau takdirkan, tetapi aku memohon kepada-Mu "Al-Luthf" (kelembutan/keringanan) dalam keadaan ini.    Al-Imam Al-Baidhawi mengatakan dalam tafsirnya: Al-Lathif ialah Yang Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya dan yang mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi.    Al-Khabiir: Ialah Yang Maha mengetahui segala sesuatu yang nyata dan mengetahui segala sesuatu yang tidak terjangkau oleh penglihatan, karena Dialah Yang Maha Mengetahui.    Sahabat Thalhah R.A. berkata: Kami dikuasai rasa mengantuk ketika berada dalam barisan kami pada waktu perang Uhud. Maka, pedangku terjatuh dari tanganku, lalu aku mengambil...
Gambar
HIKAYAT (Keutamaan Do'a II)          Asy-Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin 'Ali Al-Hanafi menyebutkan dalam syarahnya atas kitab "Al-Lum'ah al-Barniyyah" ketika membicarakan nama Allah ﷻ : " Baasith" bahwa seorang sahaya perempuan milik Abi Darda' memberinya makanan beracun 40 kali, tetapi tidak membahayakannya, karena ia membaca: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis sa maa’ wa huwas samii’ul ‘aliim). Setiap kali hendak memakannya.    Ibnu Dhafar  menyebutkan dalam kitabnya "An-Nasha'ib" sebagaimana dinukil darinya oleh Ad-Dimyari dalam kitab "Hayatul hayawaan."    Ia berkata dalam kitab itu: Sahaya itu berkata kepada Abi Darda' R.A.: Dari jenis apa, kamu ini?       Abu Darda' menjawab: Aku adalah manusia seperti kamu. ...
Gambar
HIKAYAT (Keutamaan Do'a  أعوذبكلمات اللّه التّامّات من شرّ ماخلق ) (ket. foto: Sayyidil Walid Shohibul Fadhilah As Sayyid Al Habib Muhammad Rafiq bin Luqman Al Kaff Ghatmyr)     Diriwayatkan oleh   Abu Dawud   dalam sunannya dari Suhail bin Abi Shalih dari ayahnya, ia berkata: Aku mendengar seorang lelaki dari Aslam   berkata: "Aku sedang duduk didekat Rasulullah ﷺ. Kemudian datang seorang lelaki sahabatnya. Ia berkata: Yaa Rasulallah, aku disengat binatang tadi malam sehingga aku tidak bisa tidur sampai pagi. Nabi ﷺ berkata: "Apa yang menyengatmu?". Orang itu menjawab: Kalajengking.    Nabi ﷺ berkata: "Sesungguhnya andaikata engkau ucapkan diwaktu sore: أعوذ بكلمات اللّه التّامّات من شرّ ماخلق (Latin: A'udzu Bikalimaatillaahittaammaati min syarri maa khalaq) Artinya : "Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."    Niscaya kalajengking itu ...