HIKAYAT
(Makna Al-Luthf dan Al-Lathif)


   
   Asy-Syaikh Ibrahim Al-Matbuli R.A. seorang yang tekun beribadah, tiada berhenti diwaktu malam dan siang, sedangkan ia menderita sakit kencing batu dan sulit kencing.

   Maka ia berkata: Ya rabb, aku tidak meminta kepada-Mu agar mengubah apa yang sudah Engkau takdirkan, tetapi aku memohon kepada-Mu "Al-Luthf" (kelembutan/keringanan) dalam keadaan ini.

   Al-Imam Al-Baidhawi mengatakan dalam tafsirnya: Al-Lathif ialah Yang Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya dan yang mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi.

   Al-Khabiir: Ialah Yang Maha mengetahui segala sesuatu yang nyata dan mengetahui segala sesuatu yang tidak terjangkau oleh penglihatan, karena Dialah Yang Maha Mengetahui.

   Sahabat Thalhah R.A. berkata: Kami dikuasai rasa mengantuk ketika berada dalam barisan kami pada waktu perang Uhud. Maka, pedangku terjatuh dari tanganku, lalu aku mengambilnya. Kemudian aku mengangkat kepalaku pada waktu itu. Ternyata aku melihat setiap orang dari pasukan kami miring kepalanya karena mengantuk. Shahih Bukhari.

   Ini adalah kelembutan Allah yang tersembunyi atas kaum mukminin. Adapun kaum munafik yang telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri dengan sangkaan jahiliyah pada hari itu, maka mereka tidak mendapat luthf (kelembutan/keringanan) dari Allah, sehingga Allah tidak menurunkan kepada mereka keamanan maupun kantuk. Maka tetaplah mereka berada dalam ketakutan.

   Termasuk luthf Allah yang tersembunyi atas hamba-hamba-Nya yang beriman ialah apa yang ditunjukkan oleh sabda Nabi : "Orang yang mati syahid tidak merasakan kepedihan dari pembunuhan, kecuali seperti seseorang dari kamu yang merasakan sakit ketika digigit semut." An-Nasa'iy.

   Diriwayatkan dari Sayyidina 'Ali K.W., ia berkata: Ketika Nabiyullah Ibrahim melihat kerajaan Allah dilangit dan dibumi, ia melihat seorang lelaki melakukan perbuatan keji. Nabiyullah Ibrahim mendoakan kecelakaan atasnya hingga ia binasa. Kemudian Nabiyullah Ibrahim melihat orang lain melakukan perbuatan serupa. Maka ia ingin mendoakan kecelakaan atasnya. Akan tetapi Allah berkata kepadanya: Hai Ibrahim, sesungguhnya engkau seorang lelaki yang mustajab doanya, maka janganlah engkau mendoakan kecelakaan atas hamba-hamba-Ku. Sesungguhnya Aku akan melakukan tiga hal terhadap hamba-Ku. 1Boleh jadi ia bertaubat kepada-Ku, lalu Aku menerima taubatnya. 2Boleh jadi Aku akan mengeluarkan dari keturunannya seorang yang menyembah Aku. 3Dan boleh jadi ia akan dibangkitkan kepada-Ku. Jika Aku menghendaki, maka aku maafkan dia. Dan jika aku menghendaki, maka Aku akan menghukumnya.

***


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menikmati Islamnya Gus Baha